Cari Apa?

Berkenalan dengan Bahasa Pemrograman Golang

Berkenalan dengan Bahasa Pemrograman Golang

Di antara sekian banyak bahasa pemrograman, Golang atau bahasa pemrograman Go merupakan bahasa yang populer di Indonesia. Aku juga heran eh kenapa Go ini begitu populer. Soalnya, ketika aku mencari bahasa pemrograman Rust di YouTube, jarang aku nemu yang berbahasa Indonesia. Rata-rata, berbahasa Inggris. Tapi, kalau cari Go, ada banyak YouTuber yang membahasnya.

Begitu pula ketika aku mengetikkan "bahasa pemrograman" di Google, bahasa pemrograman Golang ini masuk dalam list Google suggest, tapi Rust nggak. Kan, aku lagi penasaran sama Rust, kok yang muncul Golang semua sih?

Tapi nggak papa deh, karena di mana-mana ketemunya Golang, jadi kita akan bahas pemrograman Golang aja ya. Apalagi bagi programmer pemula seperti aku ini, perlu banget untuk mempelajari bahasa pemrograman yang sedang populer. Populer itu artinya banyak peluang pekerjaan. Jadi, yuk kita bahas.

Kenapa Go Begitu Dicintai?

Ada dua alasan utama kenapa kok dia begitu dicintai. Yang pertama, sintaksnya sangat sederhana. Bahkan, di Golang, tanda kurung bisa dihilangkan. Contohnya aja, untuk kode if, dia kodenya seperti ini:

if nilai > 60 {
	fmt.Println("Bagus...")
}

Simpel banget kan? Bahkan, untuk deklarasi variabel aja, kita cuma perlu menyebutkan nilainya:

nama := "Zen"
nilai := 80

Kalau yang sudah terbiasa menggunakan Pascal, tentu nggak asing lagi dengan sintaks deklarasi variabel seperti itu.

Namun, walaupun deklarasi variabelnya begitu mudah, dia secara otomatis akan mensetting tipe datanya. Jadi, nggak seperti JavaScript yang awalnya tipe data Number, bisa diubah menjadi String. Kalau di Go, ketika kita deklarasi dengan tipe data string, maka otomatis, variabel itu hanya bisa diisi dengan string. Keren ya, udah seperti bahasa pemrograman lain yang ketat soal tipe data.

Kemudian, bahasa Go juga Hello World nya nggak begitu susah:

package main

import "fmt"

func main(){
	fmt.Println("Hello World")
}

Simpel kan ya? Coba kita bandingkan dengan bahasa pemrograman Java yang untuk menuliskan Hello World aja, perlu mengetik kode yang lebih panjang.

Oh iya, jika kamu perhatikan pada kode di atas, nggak ada sama sekali titik koma (;). Berbeda dengan bahasa pemrograman strict lainnya yang begitu peduli dengan titik koma.

Alasan kedua yang membuat Go begitu dicintai adalah karena hasil buildnya yang menjadi binary. Jadi, untuk menjala(jika nkan hasil build Go, kita cukup double click aja file hasil buildnya. Misalnya aja, hasil build dari project Go kita adalah sebuah file tools.exe (jika menggunakan Windows). Nah, file itu tinggal double click aja, nggak perlu install Go lagi. Seru banget kan? Jadinya, nggak memudahkan klienmu dengan menginstall banyak tools hanya untuk menjalankan satu program. Nah, di sini tinggal double click aja.

Auto Build Golang dengan Github Action (Cross OS) Auto Build Golang dengan Github Action (Cross OS) Artikel ini menjelaskan secara singkat tentang bagaimana supaya kode Golang yang kita miliki itu auto build antar OS.

Gimana? Tertarik untuk mempelajari Go lebih lanjut?

Foto oleh Juris Freidenfelds dari Pexels

{{ x.judul }}