Cari Apa?

Belajar JavaScript Dulu atau PHP Dulu Ya?

Belajar JavaScript Dulu atau PHP Dulu Ya?

Bahasa pemrograman itu ada banyak. Ada bahasa pemrograman yang cocok untuk membuat aplikasi desktop seperti Visual Basic, Delphi, Java, dan lain-lainnya. Ada bahasa pemrograman yang cocok untuk microservice seperti Go. Ada bahasa pemrograman yang cocok untuk scripting pada level low seperti Lua. Jadi, bebas banget buat kita milih bahasa pemrograman apa yang mau kita gunakan.

Di antara bahasa-bahasa pemrograman itu, ada PHP dan JavaScript.

Eh, kenapa sih aku bahas dua bahasa pemrograman ini? Tentu karena banyak yang menggunakan dua bahasa pemrograman ini. Begitu pula, ada banyak yang masih bingung cara menggunakan keduanya, atau bingung kapan waktu yang tepat untuk menggunakan keduanya.

Bahas PHP

Kita mulai membahas dari PHP.

Toolkit Desain Frontend Masa Depan: PHP dan Firefox Toolkit Desain Frontend Masa Depan: PHP dan Firefox Mendesain website menggunakan PHP adalah teknik yang paling baik karena hasil dari coding itu adalah website yang sangat cepat karena nggak butuh JS

PHP adalah bahasa pemrograman yang sangat powerful untuk membuat website. Soalnya kan memang dulunya itu PHP ada karena foundernya ingin membuat fitur guestbook pada website statisnya. Zaman dulu kan yang namanya era web1 itu, semuanya masih statis websitenya. Jadi, kita cuma bisa baca artikel yang disediakan sama author website. Beda sama sekarang yang kita dengan bebasnya bisa login atau kirim komentar di website manapun.

Jadi, berterimakasihlah pada PHP. Karena, dengan adanya PHP, kita bisa menikmati era web2 saat ini. Yaitu, era di mana terjadi interaksi antara author website dengan pengunjung. Ini semua nggak bisa kita capai jika tidak dimulai dari fitur guestbook yang merupakan penerapan pertama bahasa pemrograman PHP.

Lalu, kenapa kok ada war antara PHP dan JavaScript? Hmmm... coba deh kita bahas nanti. Aku mau menyelesaikan pembahasan tentang PHP dulu.

Jadi, bahasa pemrograman PHP itu dijalankan di atas server. Misalnya aja, kita membuat aplikasi kalkulator menggunakan PHP, maka setelah kita input angka pertama dan angka kedua, lalu kita pencet tombol hitung, maka website akan mengirim value dari angka pertama dan angka kedua itu ke server. Kemudian, server menghitungnya, lalu mengirimkannya kembali kepada user. Itulah kenapa kalau website-website yang murni menggunakan PHP itu, setiap kita klik elemen apapun, pasti ada loadingnya.

Itu karena kita mengirim datanya ke server dulu. Kan, server itu berada di pusatnya website sana, bukan di browser. Makanya, ada loadingnya dulu karena ada proses kirim data ke server.

Bahas JavaScript

Sekarang kita akan mulai bahas JavaScript. 

Kalau PHP tadi, kita perlu mengirimkan data ke server, baru diolah dan dikirim kembali ke kita, hasilnya; maka, dengan JavaScript, semua proses perhitungan itu dilakukan di browser. Bahkan, kita bisa mengirim data ke server dan menerimanya kembali tanpa loading sama sekali. Keren kan ya?

Tapi, karena dilakukan di browser, maka akan sedikit membebani kerja browser. Jika semua perhitungan matematika itu dilakukan di thread utama, maka akan sedikit memblock rendering halaman atau bahkan bisa membuat halaman menjadi lag. Makanya, aku membuat tools Magic untuk mencegah blocking rendering halaman terjadi.

Prinsip kerja tools Magic itu adalah mematikan semua JavaScript di halaman. Sehingga, browser hanya akan mengolah HTML dan CSS. Lalu, setelah HTML dan CSS dimuat, kode-kode JavaScript itu akan disimpan di localStorage supaya permanen berada di browser, setelah itu, dijalankan. Jadinya kan, mau diletakkan di manapun, kode script itu, bakal bisa diantisipasi sama Magic supaya nggak terjadi blocking halaman.

GitHub - mzaini30/magic GitHub - mzaini30/magic Contribute to mzaini30/magic development by creating an account on GitHub.

Nah, sekarang soal perhitungan matematika yang membuat halaman ngelag, bisa kita atasi dengan konkruensi pada JavaScript. Konkruensi ini memanfaatkan API Worker. Jadi, untuk perhitungan matematika yang rumit, bisa kita pisahkan dari thread utama, dipindahkan ke web worker. Jadi, kedua proses ini dilakukan secara paralel. Mungkin, nanti kita bisa bahas web worker supaya lebih mendalam lagi.

Tapi, jangan terlalu banyak menggunakan JavaScript di halaman ya. JavaScript itu istilahnya micin; enak untuk masakan, tapi kalau terlalu banyak, nggak baik. Makanya, jika kita kebanyakan JavaScript, maka halaman yang kita buat itu, akan menjadi lambat dan performa akan menurun (kayaknya nggak sih kalau pakai Magic).

Usahakan memang selalu 0 kb JavaScript. Usahakan supaya nggak menggunakan JavaScript sama sekali. Jadi, halaman web yang kita buat itu akan sangat cepat. Tapi, jika kita memang perlu menggunakan JavaScript, pilihlah tools JavaScript yang ringan. Misalnya aja Petite Vue. Jangan lupa juga, gunakan Magic.

Penggunaan JavaScript di Luar Lingkungan Browser

Di dunia backend, kita mengenal Express. Di dunia robotika, kita juga menemukan library JavaScript. Begitu pula di dunia database dan kecerdasan buatan. Dunia ini dipenuhi oleh JavaScript. Dengan JavaScript, kita bisa membuat berbagai tools yang bermanfaat dengan mudah.

Cuma, JavaScript ini adalah bahasa scripting, Jadi ya, kita perlu menginstall Node JS untuk menjalankan kode-kode JavaScript di luar lingkungan browser. Terlebih, jika kita menggunakan banyak dependencies (library-library yang dibutuhkan untuk membangun app/library), maka ukuran folder node_modules akan terus membengkak sehingga akan mengurangi performa aplikasi atau library yang kita buat.

Solusinya ya kita bisa menggunakan bahasa pemrograman lain yang hasil buildnya itu berupa binary sehingga bisa dijalankan langsung di atas OS. Contohnya seperti Go atau Rust.

Jadi, Kita Perlu Belajar JavaScript Dulu atau PHP?

Kalau menurutku sih, pilihlah bahasa pemrograman yang membuat kamu nyaman. Setelah aku jabarkan tentang keunggulan dan kekurangan kedua bahasa pemrograman di atas, bisa jadi kamu nggak setuju dengan pendapatku sehingga memilih bahasa pemrograman JavaScript misalnya karena menurutmu itu lebih modern. Ya, nggak masalah sih. Intinya adalah kita bisa berkarya dengan bahasa pemrograman favorit kita itu.

Kalau menurut mainstream sih, untuk frontend, bagusnya itu JavaScript karena banyak kemudahan jika kita menggunakannya. Terus, kalau untuk backend, sebaiknya menggunakan Go. Lalu, PHP di mana? Entahlah. Cuma, pasarnya PHP itu masih besar di Indonesia. Jadi ya nggak masalah kalau kamu mau mempelajarinya.

{{ x.judul }}

  1. kok tetiba migrasi ke blogger om, fokus nulis ketimbang ngoding,,?

    BalasHapus